Minggu, 01 Februari 2026

Jangan Melupakan Ajaran Leluhur

 

Prof. DR. Ida Bagus Mantera, penggagas berdirinya PHDI.


Agama Hindu adalah Wahyu Tuhan.

Sbg penganut Hindu yg baik, jangan sekali-kali melupakan jasa-jasa pendahulu kita, jasa-jasa Leluhur kita yg telah banyak berkontribusi thdp Agama Hindu. Leluhur / pendahulu kita dari manapun mereka berasal baik yang dari Indonesia maupun yg berasal dari India harus kita hormati. Para Suci dari India banyak sekali yg berjasa thdp agama Hindu di Indonesia, khususnya di Bali.


Gayatri Mantram dan Weda.

Mantra Gayatri adalah salah satu Mantra yg sangat penting dlm Ajaran Agama Hindu. Ida Hyang Widhi Wasa mewahyukan Mantra Gayatri kepada Maharsi Visvamitra (India).

Mantram Gayatri tercantum dalam Rg. Weda III.62.10. Mantra Gayatri merupakan Ibu Weda (Gayatri Chandasam Mata, Weda Mata). Mantra Gayatri adalah 'Anna Purna', 'Ibu Jagad Raya', kekuatan yang menjiwai segala kehidupan. Bila kita dilindungi oleh Ana Purna, Tuhan sebagai Ibu, kita tidak perlu menangis untuk pangan dan papan.

Begitu juga Kitab Suci Wedha diwahyukan di India oleh Ida Hyang Widhi Wasa melalui 7 Maha Rsi, yaitu :

  1. Rsi Atri
  2. Rsi Baradwaja
  3. Rsi Gratsamada
  4. Rsi Wasista
  5. Rsi Wiswamitra
  6. Rsi Wamadewa
  7. Rsi Kanwa.

Oleh Bhagawan Wiyasa, Wahyu yg diterima oleh 7 Maha Rsi tsb dikelompokkan menjadi 4 (Catur Wedha) dibantu oleh 4 orang Rsi sbb :

  1. ‌Rsi Paila - menyusun Reg Weda - Mahawakya :  Prajnanam Brahma.
  2. Rsi Waisampayana - menyusun Yayur Weda - Mahawakya : Aham Brahma Asmi.
  3. Rsi Jaimini - menyusun Sama Weda - Mahawakya : Tat Twam Asi.
  4. Rsi Sumantu - menyusun Atarwa Weda - Mahawakya : Ayam Atman Brahman.

Agama Hindu Masuk Indonesia.

Agama Hindu masuk ke Indonesia kira-kira pada abad ke 1 yaitu sekitar tahun 78 Masehi, yang disebarluaskan oleh Sang Hyang Aji Caka (Raka Santri, dalam Cendekiawan Hindu Bicara, 1992 : 99). Beliau pula yang memulai memperkenalkan tahun Caka di Indonesia.
Pada abad ke 4 yaitu tahun 400 Masehi, Agama Hindu berkembang di Kalimantan Timur dengan ditandai kerajaan Kutai dengan rajanya bernama Mulawarman, kemudian menyebar ke Jawa Barat kira-kira pada abad ke 5 (kerajaan Taruma Negara), kemudian ke Jawa Tengah kira-kira pertengahan abad ke 7 (kerajaan Medangkemulan),  ke Jawa Timur  pada pertengahan abad ke 8  prasasti Dinoyo, (kerajaan Kanjurukan), dan akhirnya berkembang ke Bali.

Agama Hindu masuk Bali pd abad ke 8 M, Rsi Markandeya merupakan Maharsi pertama yang datang ke Bali menyebarkan agama Hindu, terutama paham Waisnava (pemuja Wisnu). Maharsi Markandeya berasal dari India. Seperti dinyatakan dalam Markandeya Purana, sebagai berikut :

Sang Yogi Markandeya kawit hana saking Hindu”
Artinya : 
Sang Yogi Markandeya asal mulanya adalah dari India”.

Beliau banyak membangun tempat suci utk umat Hindu misalnya Pura Besakih, Pura Payogan Agung Gunung Lebah yang berlokasi di Ubud. Zaman Raja Bali Age pertama Sri Kesari Warmadewa, dan zaman Raja Ugrasena, biasa Para Suci / org-org India  bekerja sm dg Raja Bali Aga dlm melakukan puja kpd Ida Hyang Widhi (Brahman).


Paska Kemerdekaan Indonesia.

Pada awal kemerdekaan Indonesia, agama Hindu masih belum secara resmi diakui oleh pemerintah kala itu, tentu ada syarat-syarat yang cukup komplek, seperti  halnya syarat-syarat peribadatan yang harus  sesuai dengan ideologi yaitu Pancasila.

Pada th 1950 Narendra Dev Pandit Shastri dan I Gusti Bagus Sugriwa adalah penyusun Mantra Puja Trisandya, bukan dikarang oleh mereka, tapi disusun. Puja Tri Sandya terdiri dari 6 bait. Bait pertama adalah Mantram Gayatri, bait ke 2 sd 6 diambil dari Upanisad dan teks Agama. Dan dimasukkan dlm bukunya yg berjudul Puja Trisandya.

Prof. Narendra Dev Pandit Shastri adalah seorang tokoh Hindu dari India tinggal di Bali kawin dengan org Bali, yg ikut menjaga budaya Hindu di Bali, Beliau mengajar Catur Weda dan Upanisad. Beberapa karya dari Prof. Pandit Shastri diantaranya : Intisari Hindu Dharma, Kidung Yadnya (1950), Tri Sandhya (1950), Sejarah Bali Dwipa (1963), Weda Parikrama (1951) buku yang menerangkan mantra-mantra yang sangat terkenal di kalangan kependetaan di Bali dan Lombok.

Pada tgl 14 Juni 1958 Prof. Narendra Dev Pandit Shastri ikut menyusun petisi bersama-sama tokoh-tokoh Hindu lainnya yg isinya menyatakan bahwa Agama Hindu Bali (waktu itu dinamakan Hindu Bali) tdk bertentangan dg Pancasila, dan meminta pemerintah mengakuinya.

Tokoh-tokoh yg memperjuangkan agar agama Hindu agar diakui secara resmi oleh pemerintah diantaranya adalah :

  • Prof. Dr. Ida Bagus Mantra,
  • ‌I Gusti Bagus Sugriwa,
  • Prof. Dr. Gusti Ngurah Bagus,
  • Narendra Dev Pandit Shastri
  • I Ketut Bangbang Gde Rawi,
  • I Gusti Ketut Pudja.
  • dll.

Oleh tokoh-tokoh Hindu di Bali dan jg tokoh dari India, Puja Tri Sandya dan Kitab suci Wedha yg dipakai melengkapi persyaratan disamping persyaratan lainnya agar agama Hindu diterima sbg agama yg sah di Indonesia. Akhirnya tanggal 5 September 1958 terbitlah keputusan Menteri Agama yg mengakui Agama Hindu Bali sbg Agama yg sah.

Pada tgl 23 Pebruari 1959, ketika parisada berdiri pertama kali didirikan di Denpasar Bali, namanya Parisada Hindu Dharma Bali (PHDB). Penggagas berdirinya Parisada salah satunya Drs. Ida Bagus Mantra, sbg sekretaris awal, dan tokoh-tokoh penting lainnya seperti :

  • ‌Ida Pedanda Made Sidemen,
  • I Gusti Bagus Sugriwa,
  • Ida Bagus Gde Doster,
  • Gedong Bagus Oka, 
  • dll.

Pada th 1964 untuk memperkuat identitas nasional, Nama  Parisada Hindu Dharma Bali (PHDB) berubah menjadi PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) menjadikannya Majelis Tertinggi Umat Hindu Indonesia yang mengurus keagamaan dan sosial. PHDI lahir dari gerakan reformasi kebangkitan Hindu di Indonesia, bertujuan mempersatukan umat Hindu di seluruh Nusantara.

Jadi Agama Hindu yg ada di Nusantara khususnya di Bali ini keberadaannya tdk dpt dipisahkan dg Hindu India, krn agama Hindu spy bisa diakui sebagai agama yg sah di Indonesia ada Gayatri Mantram (dalam Puja Trisandya bait 1), Kitab suci Wedha, nama 7 Maha Rsi penerima Wahyu Wedha. Dan nama Dewa-Dewi yg dipuja oleh umat Hindu semua tercantum dlm Kitab suci Wedha.

Sebagai orang baik dan bijak yg mencintai ajaran Leluhur, jangan sampai kita melupakan Leluhur kita dan ajarannya, yaitu tabek :  Rsi Wiswamitra penerima Wahyu Gayatri, 7 Maha Rsi penerima Wahyu Weda, Bhagawan Wyasa yg menyusun Catur Weda, Rasi Markandeya yg menyebarkan agama Hindu ke Bali, dan membuat pura Besakih. Zaman kemerdekaan ada nama :  Ida Bgs Mantra, I Gusti Bagus Sugriwa, Narendra Dev Pandit Shastri (India), dll.

Slogan Bung Karno yang sangat terkenal dan masih relevan zaman skrg yaitu , "JAS MERAH", jangan sekali-kali melupakan sejarah***🙏












Sumber foto : Internet.





Jangan Melupakan Ajaran Leluhur

  Prof. DR. Ida Bagus Mantera, penggagas berdirinya PHDI. Agama Hindu adalah Wahyu Tuhan. Sbg penganut Hindu yg baik, jangan sekali-kali mel...