Hari Sabtu, 29 Agustus 2026
Hari itu panas. Sudah lama hujan tidak turun. Rumput di nista mandala Pura Segara - Pengambengan menguning dan ada yang terbakar. Di tengahnya, ada 45 pohon muda. Itu pohon yang beberapa bulan lalu kami coba tanam.
Kami tidak tahu apakah ini ada gunanya. 45 pohon, dibandingkan hutan yang gundul, rasanya seperti setetes air di lautan luas.
Tetapi kami datang lagi hari ini. Bukan karena merasa berjasa. Hanya karena tidak tega meninggalkannya.
Dulu sebelum menanam, SSGI hanya mohon izin kepada Pemangku dan Pemuka Adat. Agar langkah kami tidak salah.
Diawali dari Bhajan
Di Sai Center Baluk kami bhajan dulu. Hati ditenangkan. Sesi dharma wacana diisi dengan satsang.
Dalam satsang para bhakta saling mengisi:
“Bagaimana caranya agar pohon ini tidak mati?”
Ternyata pintu pagar rusak, sebagian tidak ada pagar. Sapi bisa masuk makan rumput.
Kami putuskan akan memperbaiki sebisanya. Bukan karena kami mampu. Karena ini tanggung jawab kecil yang ada di depan mata.
Di Ladang yang Kering
Sampai di Pura Segara, pemandangannya pilu. Rumput sebagian terbakar. Tanah kering. Namun 45 pohon itu masih ada. Daunnya beberapa ada yang menunduk.
“Heran ya… yang lain kering, rumput terbakar, 45 pohon ini kok hidup?”, kata seorang Bhakta pelan.
Sambil menyiram pohon, kami berandai-andai.
"Mungkin rumput yang terbakar ini juga karunia. Kalau subur, sapi pasti datang dan memakan rumput di sini."
Seorang bapak tua berisik:
"Ah, ini bukan karena kita. Ini genggaman tangan Swami. Kita ini apa? Hanya alat."
Kami sadar. Apa yang kami lakukan ini terlalu kecil. Satu ember udara tidak akan menghentikan kekeringan. 45 pohon tidak akan mengembalikan hutan gundul.
Tetapi Sathya Sai Baba mengajarkan:
"Lakukan yang bisa kamu lakukan, dengan cinta, tanpa pamrih".
Selama ini yang nyiram hanya Bhakta SSG Baluk, tiap sore, bergiliran.
Nanti kalau ada waktu, SSG lain ingin coba membantu. Bukan karena wajib. Hanya karena ingin ikut merasakan jadi "alat".
Wejangan Baba: Hubungan Sejati dengan Tuhan, Alam dan Manusia
Sambil menyiram, kami memikirkan sebuah wejangan Baba yang sangat menusuk hati. Baba bersabda :
Sangat disayangkan bahwa, dengan dalih memperhatikan keseimbangan hubungan antara Tuhan, Alam, dan manusia, pada kenyataannya, manusia saat ini lebih mementingkan diri sendiri, manusia lebih banyak berhubungan dengan alam, dan sangat kurang berhubungan dengan Tuhan.
Dari lahir hingga ajal tiba, dari pagi hingga malam, manusia mengejar kesenangan sesaat dengan terus melakukan eksploitasi, penjarahan, perusakan Alam, mengabaikan kebenaran bahwa semua itu adalah milik Tuhan, Sang Pencipta, dan setiap luka yang diakibatkan dari perbuatan manusia tersebut pada suatu saat akan bereaksi dan menimbulkan penderitaan bagi manusia.
SSS 18:16, 11 Juli 1985.
Baru kami mengerti. Mengapa rumput terbakar, tanah kering, hutan gundul. Karena manusia hanya berhubungan dengan alam untuk mengambil, mengeksploitasi, dan menjarah, tetapi lupa berhubungan dengan Tuhan sebagai Pemiliknya.
Karena itu Baba mengingatkan lagi :
"Alam menyediakan semua yang kita butuhkan, tetapi tidak semua yang kita inginkan. Gunakan secukupnya, syukuri sepenuhnya."
“Tugas utama manusia adalah memurnikan lingkungan. Jagalah sebagai wujud syukur."
“Menanam 1 pohon. Menyiram 1 tanaman. Mengurangi 1 plastik. Itulah Seva."
Menyiram 45 pohon ini adalah cara kecil kami untuk kembali menyeimbangkan hubungan itu: berhubungan kembali dengan Tuhan melalui pelayanan kepada Alam ciptaan-Nya. Itu saja yang kami coba lakukan. Sesuatu yang kecil. Yang tidak terlihat.
Penutup
Pulang dengan badan lelah dan hati yang...biasa saja. Bukan bangga. Hanya bersyukur masih diberi kesempatan jadi alat.
Semoga dari setetes air yang kecil ini, ada setitik cinta yang tumbuh. Bukan karena kami. Tetapi karena kemauannya.
"Kami Siap Menjadi AlatMu Swami"
Artikel lainnya:
Catatan :
Artikel ini setelah sy shera dan sy simpan, kadang ada perubahan redaksi, kalimat, kata, oleh sistem shg bisa menimbulkan arti lain. Ketika sy tahu ada perubahan, langsung sy edit lagi. Jika Anda membaca redaksi, kalimat, dan kata yg janggal, kemungkinan besar itu disebabkan oleh sistem. Demikian permakluman sy.🙏