Sumber foto Internet.
Di barat ada cahaya oranye dari Selat Sunda..
Di timur, di tengah, di utara... lima penjaga sedang berdehem..
- Anak Krakatau menyemburkan api pada jam 23:30. Air tong lava menari di atas laut gelap.
- Semeru di Jawa Timur, berbintang abu ke langit selatan.
- Ibu di Halmahera Barat menghela nafas, 400 meter kolom kelabu ke timur laut.
- Ili Lewotolok di Lembata, NTT, batuk 600 meter ke arah tenggara.
- Sinabung di Tanah Karo, Sumatera Utara, mengingatkan kita dengan status Siaganya.
Seperti genderang. Seperti bel. Seperti ketukan di pintu hati kita.
Kita sibuk..
Sibuk membangun, sibuk mengejar... membuktikan bahwa kita hebat...
Kita tebang hutan lalu kaget banjir...
Kita buang sampah ke laut lalu kaget abrasi...
Kita memecahkan gunung untuk batu, lalu kaget ketika gunung memecahkan diamnya...
Lalu datanglah asap...
Datanglah abu dari Krakatau sampai ke Jakarta...
Datanglah dentuman yang membuat kaca bergetar dan dada ikut bergetar.
Di saat itulah kita baru ingat :
Kita kecil..
Kecil sekali dibandingkan magma yang tidur ratusan tahun...
Kecil dibandingkan angin yang membawa abu dari Selat Sunda ke Bengkulu...
Kecil dibandingkan bumi yang berputar tanpa izin dari kita...
Ebiet G Ade pernah berbisik dalam lagu:
“Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa.”
Mungkin bukan Tuhan yang bosan.
Mungkin Ibu Pertiwi yang lelah.
Lelah melihat kita mengaku Cinta Alam, tapi membuang plastik ke sungai...
Lelah melihat kita berdoa minta hujan, tapi membakar hutan...
Lelah melihat kita berebut tanah, padahal tanah tidak pernah menolak menumbuhkan apa saja.
Lima gunung meletus bukan karena benci. Gunung tidak mengenal benci...
Gunung hanya menyeimbangkan...
Ketika energi terlalu menumpuk di dalam, ia harus keluar.
Ketika ketidakadilan terlalu menumpuk di atas, bumi juga harus bicara.
Air mancur lava Anak Krakatau di tengah laut malam itu bukan kemarahan...
Itu pembersihan...
Itu cara alam berkata:
"Ayo pulang. Ayo membumi lagi, jaga alam".
Saat abu turun, semua sama...
Pejabat dan rakyat sama-sama menutup hidung...
Kaya dan miskin sama-sama menunggu kepastian...
Di depan letusan, tidak ada jabatan. Yang ada hanya manusia... dan Tuhan.
Maka mari kita merenung sebentar:
- Rendahkan kepala. Bukan karena kalah, tapi karena sadar. Kita dititipi, bukan memiliki.
- Ringankan tangan. Tanam satu pohon. Punut satu sampah. Jaga satu mata air.
- Lembutkan hati. Kepada, sesama hewan, kepada gunung yang selama ini kita sebut sebagai objek wisata.
Jangan tunggu sampai laut naik dan menenggelamkan doa-doa kita...
Karena sesungguhnya, setiap letusan adalah undangan...
Undangan untuk kembali menjadi manusia. Manusia yang tahu malu kepada bumi...
Manusia yang tahu takut kepada Sang Pencipta.
Jika malam ini kamu mendengar keributan dari jauh...
Itu bukan sekadar suara gunung. Itu bisikan dari Anak Krakatau, Semeru, Ibu, Ili Lewotolok, Sinabung :
"Aku masih di sini. Jagalah aku."
Bhagawan berkata:
"Aku sampaikan kepada kalian, lima elemen telah diciptakan atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Masing-masing elemen tersebut hendaknya kalian gunakan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh perhatian. Jagalah keseimbangan alam, agar kehidupan di bumi tetap harmonis dan lestari bagi generasi kini dan mendatang."
Lima unsur alam tersebut :
Akasa, Apah, Teja, Bayu, dan Pertiwi.
Gunakan dengan Bijak dan Penuh Perhatian. "Menjaga alam = Berbakti kepada Tuhan?" 🌱
Ternyata 5 elemen di tubuh kita = 5 elemen di alam.
Merusak alam, sama artinya menyakiti Tuhan yang ada di dalamnya.
"Manusia dan alam adalah satu. Apa yang kita lakukan di alam, berarti melakukan pada diri sendiri juga dan pada Tuhan."
— Bhagawan Sai Baba —
Rahayu.🙏
Artikel lainnya:
- Tiga Entitas Suci Dan Lima Mengapa Menjaga Alam Adalah Bentuk Bakti kepada Tuhan.
- Hati Yang Murni, Hidup Yang Sederhana : Ajaran Sri Sathya Sai Baba Untuk Jaman Kali Yuga.
Catatan :
Artikel ini setelah sy share dan sy simpan, sering ada perubahan redaksi, kalimat, kata, secara otomatis shg bisa menimbulkan arti lain. Jika Anda membaca redaksi, kalimat, kata tidak tepat yg janggal, kemungkinan besar perubahan otomatis oleh sistem. Ketika sy buka dan pas sy tahu ada perubahan, langsung sy edit lagi. Demikian permakluman sy.🙏

Tidak ada komentar:
Posting Komentar