Selasa, 10 Juni 2025

PROSES PENCIPTAAN MENURUT HINDU DAN TINJAUAN SAINS

Proses Penciptaan Semesta (Kosmologi)

Foto Ilustrasi sumber Internet

BAB I. PENCIPTAAN MENURUT KITAB SUCI

Dalam agama Hindu, proses penciptaan dunia merupakan proses yang kompleks dan melibatkan banyak tahapan. Dalam kitab Upanisad, Brahman menciptakan alam semesta secara bertahap, diibaratkan seperti laba-laba yang memintal benang dari dirinya sendiri.


1. Keadaan Sebelum Penciptaan: Asat dan Avyakta

Dalam kitab suci Hindu, seperti Rigveda dan Upanishad, keadaan sebelum diciptakannya dunia adalah keadaan gelap , yang disebut sebagai “ Asat ” atau “ Avyakta ”.

Asat atau Avyakta adalah keadaan yang tidak termanifestasi, tidak memiliki bentuk atau sifat, dan tidak dapat dipahami oleh manusia.

Dalam bahasa Jawa Kuno ada ungkapan: " duk tan hana paran-paran anrawang anruwung" artinya ketika itu belum ada apa-apa dan semuanya belum menuntu. Yang ada hanyalah Tuhan.

Dalam Regveda  10.129.3Nasadiya Sukta ada penyebutan sbb :

"tama āsīt tamasā gūḍham setuju praketaṁ salilaṁ sarvam ā idam tucchyenābhv apihitaṁ yad āsīt tapasas tanmahinā jāyataikaṁ".

Terjemahan:
Keadaan sebelum dunia diciptakan, Tamas sebagai sifat yang dominan, sehingga keadaan tersebut dianggap sebagai keadaan gelap.  Namun, dengan terciptanya dunia, Sattva dan Rajas mulai berperan, sehingga keadaan gelap mulai berubah menjadi terang.

Brahman menciptakan alam semesta dengan tapa. Tapa tersebut membuat Brahman memancarkan panas. Setelah tercipta, Brahman mqelebur dan menyatu ke dalam ciptaannya.  


2. Tahapan Penciptaan Menurut Samkhya dan Weda

Dengan kemahakuasaanNya, Tuhan menciptakan alam semesta (Kosmologi) runutannya sbb :

1. Kekuatan Purusa (rohaniah) yaitu kekuatan hidup dan Pradana (Prakerti) yaitu kekuatan kebendaan.

2. Kemudian timbullah “cita” (alam pikiran yang sudah mulai dipengaruhi oleh Tri Guna yaitu Satwam, Rajas dan Tamas

3. Kemudian timbullah Budi (naluri pengenal).

4. Setelah itu timbullah Manah (akal dan perasaan).

5. Selanjutnya timbul Ahamkara (rasa keakuan).

6. Kemudian timbullah Dasa Indria yaitu sepuluh sumber indria (Panca Budi Indria dan Panca Karma Indria). 

Panca Budi Indria  (Lima gerak keinginan) sbb :

  1. Caksu  indria (rangsang penglihatan)
  2. Ghrana indria (rangsang penciuman)
  3. Srota indria (rangsang pendengaran)
  4. Jihwa indria (rangsang pengecap)
  5. Twak indria (rangsang rasa sentuhan atau rabaan)

Panca Karma Indria  (Lima gerak perbuatan) sbb :

  1. ‌Wak indria (penggerak mulut)
  2. Pani indria (penggerak tangan)
  3. Pada indria (penggerak kaki)
  4. Payu indria (penggerak pelepasan)
  5. Upastha indria (penggerak kelamin)

7. Setelah Dasa Indria, timbullah Panca Tanmatra (lima jenis bibit alam) yaitu :

  1. ‌Sabda Tanmatra (benih suara)
  2. Sparsa Tanmatra (benih rasa sentuhan)
  3. Rupa Tanmatra (benih penglihatan)
  4. Rasa Tanmatra (benih rasa) 
  5. Landha Tanmatra (benih bau - penciuman)

8. Setelah itu lahirnya Panca Maha Bhuta (unsur-unsur benda materi yang bersifat nyata) yaitu :

  1. Apah (zat  cair)
  2. Teja (sinar)
  3. Bayu (angin)
  4. Akasa (eter)
  5. Pratiwi (zat padat)
9.   Dari Panca Maha Bhuta terbentuklah Paramanu yaitu atom-atom. Atom-atom ini menyatu membentuk Brahmanda yaitu alam semesta berbentuk telur kosmis. Di dalamnya terdapat  Sapta Loka yaitu tujuh tingkatan alam yaitu :

  1. Bhur Loka
  2. Bhuwah Loka
  3. Sawah Loka
  4. Tapa Loka
  5. Jana Loka
  6. Maha Loka
  7. Satya Loka.

Pada setiap Loka terdapat perbedaan kandungan unsur dari masing-masing Panca Maha Bhuta.


Foto Ilustrasi, sumber internet

3. Penciptaan Makhluk Hidup

Setelah alam semesta diciptakan, Tuhan menciptakan : Para Dewa, tumbuhan, berbagai binatang, dan terakhir menciptakan manusia.

Berikut adalah runutan penciptaan makhluk hidup secara garis besar menurut agama Hindu :

1.    Dewa-Dewa
Dewa - dewa diciptakan pertama kali untuk membantu mengatur alam semesta dan menjaga keseimbangan.

2.   Tumbuhan (Virudha)
Kemudian diciptakan tumbuh-tumbuhan untuk menjadi sumber makanan dan oksigen bagi makhluk hidup lainnya.

3.   Binatang (Tiryak)
Kemudian, diciptakan binatang termasuk hewan darat, hewan udara, dan hewan udara untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

4.    Manusia
Terakhir, Tuhan menciptakan manusia. Tubuh manusia adalah sari-sari dari Panca Maha Bhuta dan Sad Rasa (enam jenis rasa : manis, pahit, asin, asam, pedas, sepat). 

Di dalam diri manusia terdapat unsur-unsur Cita, Budi, Ahangkara, Dasendria (Panca Budi Indria dan Panca Karna Indria) dan Panca Tanmatra. 

Perpaduan semua unsur-unsur ini menghasilkan dua unsur benih kehidupan yaitu Purusa atau Sukla (benih laki-laki) dan Pradana atau Swanita (benih perempuan). 

Pertemuan antara dua benih kehidupan Purusa dengan Pradana terciptalah manusia. 

Manusia pertama ciptaan Tuhan disebut Swayambhumanu . Manu artinya berpikir. Dari kata Manu timbullah kata manusia yang artinya keturunan Manu.

Selanjutnya setelah terciptanya manusia pertama atas kekuasaan Tuhan, maka manusia itu sendiri yang berkembang.

Bhagavad Gita III sloka 10 menyatakan :
"Sahaja prajah srishtwa Puro wacha praja patihanena prasawishya dhwamesha wo'stu ishta kama'dhuk".

Artinya:
"Dahulu kala Prajapati mencipta manusia bersama bhakti persembahannya dan berkata dengan ini engkau akan berkembang biak dan biarlah dunia ini jadi sapi perahanmu".

Dalam agama Hindu, penciptaan makhluk hidup dianggap sebagai proses yang terus-menerus dan tidak pernah berhenti. Tuhan sebagai pencipta yang terus menerus menciptakan dan mengatur alam semesta.

Foto Ilustrasi, sumber Internet


BAB II. PENCIPTAAN DARI SEGI ILMU PENGETAHUAN

Dari bidang ilmu pengetahuan modern, terjadinya alam semesta dapat dijelaskan melalui beberapa teori:

1. Teori Big Bang

Teori Big Bang adalah teori tentang yang paling luas diterima oleh para ilmuwan asal-usul alam semesta. Menurut teori ini, alam semesta terbentuk sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu dari sebuah ledakan besar yang disebut Big Bang.

2. Pembentukan Galaksi dan Bintang.

Setelah Big Bang, alam semesta terus mengembang dan membaik. Sekitar 380.000 tahun setelah Big Bang, proton dan neutron mulai bergabung membentuk inti atom. Kemudian, inti atom ini bergabung membentuk atom-atom yang lebih berat, seperti hidrogen dan helium.

3. Pembentukan Tata Surya.

Sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu, sebuah awan gas dan debu di ruang angkasa mulai runtuh dan membentuk Matahari dan planet – planet di Tata Surya kita.

4. Pembentukan Bumi.

Bumi terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu dari pecahan - pecahan batu dan debu yang mengorbit Matahari. Bumi awalnya sangat panas dan berbatu, namun secara bertahap mendingin dan membentuk atmosfer.

5. Pembentukan Kehidupan .

Sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu, kehidupan pertama kali muncul di Bumi. Kehidupan awal ini berupa organisme sederhana seperti bakteri dan arkea.

6. Evolusi Kehidupan.

Kehidupan di Bumi terus berevolusi dan berkembang menjadi lebih kompleks. Sekitar 2,1 miliar tahun yang lalu, oksigen mulai muncul di atmosfer, yang memungkinkan kehidupan yang lebih kompleks berkembang.

7. Pembentukan Spesies.

Sekitar 500 juta tahun yang lalu, kehidupan di Bumi mulai membentuk spesies yang lebih kompleks, seperti hewan dan tumbuhan.

8. Evolusi Manusia.

Sekitar 300.000  tahun yang lalu, spesies manusia pertama kali muncul di Afrika. Manusia terus berevolusi dan berkembang menjadi lebih kompleks, dengan kemampuan berpikir, berbicara, dan menggunakan alat.

Sains menjelaskan “bagaimana” proses materi. Agama Hindu menjelaskan "siapa" dan "mengapa" di balik proses itu. Keduanya tidak saling bertentangan, melainkan saling melengkapi untuk memahami kebesaran Tuhan. 🙏




Artikel lainnya:  


Catatan :
Artikel ini setelah sy simpan dan sy share, sering ada perubahan redaksi, kalimat, kata, secara otomatis shg bisa menimbulkan beda arti. Ketika sy buka dan pas sy tahu ada perubahan, langsung sy edit lagi. Jika Anda membaca redaksi yg janggal, kalimat, dan kata tidak tepat, kemungkinan besar perubahan otomatis oleh sistem. Demikian permakluman sy.🙏

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ANAK KRAKATAU: ASAL-USUL, KRONOLOGI, DAN PESANNYA

  Gambar hanya Ilustrasi ilustrasi Sumber Internet. Pada Sabtu tanggal 5 September 2026, "lima penjaga" itu berdehem, diantaranya ...