Oleh karena itu, yuga-dharma atau kewajiban utama yang disesuaikan dengan zamannya pada Kali Yuga adalah Nāma-saṅkīrtana , yaitu kīrtanam, bhajan, dan japa Nama Suci Tuhan.
Hal ini disebutkan dalam Srimad Bhagavatam 12.3.52 menyebutkan:
" krite yad dhyayato vishnum tretayam yajato makhaih dvare paricaryayam kalau tad dhari-kirtanat"
2). Srimad Bhagavatam 11.5.36 :
"kalim sabhajayanty arya guna-jnah sara-bhaginah yatra sankirtanenaiva sarva-svartho bhilabhyate ".
"kalim sabhajayanty arya guna-jnah sara-bhaginah yatra sankirtanenaiva sarva-svartho bhilabhyate".
3. Tuhan Menjelma dari Masa-ke Masa
- Satya, Dharma, Prema, Shanti, Ahimsa adalah Panca Pilar. Lima nilai sudah ada dalam diri manusia sejak lahir.
"Love All, Serve All", = "Tat Tvam Asi" dan "Vasudhaiva Kutumbakam". Artinya : Sayangi Semua Layani Semua, Aku adalah Engkau, Semua Makhluk Satu Keluarga. Ini sesuai dengan Maha Upanisad 6.72.
"Help Ever, Hurt Never" = "Ahimsa Paramo Dharma" , artinya: Tanpa Kekerasan Adalah Dharma Tertinggi.
"Kesatuan Semua Agama", yaitu "Ekam Sat Vipra Bahudha Vadanti", artinya: Yang Esa itu disebut dengan banyak nama oleh para bijak. Ini sesuai Rig Weda 1.164.46.
"Jika Aku datang sambil memegang Shanka (keong), Chakra (roda), Gada (tongkat kebesaran) dan Padma (bunga teratai) seperti Narayana, engkau mungkin akan lari meninggalkan Aku atau meletakkan Aku di dalam museum. Bila Aku datang sebagai orang biasa seperti kalian, engkau mungkin tidak akan menaruh minat terhadap-Ku sama sekali. Oleh sebab itulah, Aku mengambil wujud manusia dan melakukan mukjizat dari waktu ke waktu guna mengungkapkan kemuliaan-Ku. Aku telah bereinkarnasi guna menegakkan kebajikan. Prinsip-prinsip kebenaran, kebajikan, kedamaian, cinta-kasih dan tanpa kekerasan ada di dalam diri-Ku. Untuk mencapai Aku, engkau perlu memiliki sikap kebenaran, kebajikan, peroleh kedamaian melalui cinta-kasih dan selanjutnya engkau akan menjadi perwujudan dari kedamaian itu sendiri."
"Bhajan bukan hanya Patalu atau lagu, tetapi juga Mutalu , seikat permata berkualitas, yang akan membawa sepanjang Batalu , jalan menuju Dewa Wishnu."Ini dalam Bahasa Telugu.
Jadi menurut Baba, Bhajan merupakan metode utama pada Kali Yuga. Cukup japa, kirtana, seva, dan jujur. Tidak perlu bertapa di gua, tidak perlu waktu khusus. Dapat dilakukan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.
Beliau secara rutin memimpin bhajan setiap Kamis dan Minggu di Puthaparti. Bhajan tersebut diikuti ribuan bhakta dari berbagai suku, bangsa, dan golongan dari seluruh dunia, tua maupun muda, baik pria maupun wanita dengan tulus mengabdikan diri dalam pelayanan, didorong oleh cinta kasih kepada Sai Baba.
6. Sai Baba Tidak Merusak Adat
Bhagawan Sri Sathya Sai Baba tidak bermaksud menggerus dresta dan tradisi Bali, namun mengisi adat dengan prema. Sai Baba sendiri berpesan:
"Respect your culture, your traditions. Do not give up your dharma."
Di Bali dan Nusantara, bhakti menyatu dengan adat dan budaya. Wujud bhakti utama di Bali adalah yajna dan banten. Oleh karena itu, ketika muncul bhakti dengan kirtan dan bhajan, sebagian umat yang belum memahami berspekulasi di luar tradisi.
Padahal dalam Bhakti tersebut ada Nawa Wida Bhakti, yaitu sembilan cara bhakti kepada Ida Hyang Widhi Wasa. Di dalamnya ada Kirtanam dan Smaranam, yaitu menyanyikan nama suci Tuhan, dan mengulang-ulang Nama Suci Tuhan.
7. Klaim Avatara dan Jawaban dari Bhagavad Gita
Baba menyatakan dirinya sebagai Avatara Sai. Bagi yang percaya, ini bentuk bhakti. Bagi yang belum, ini dianggap menyalahi tradisi.
Mengenai orang-orang seperti ini dalam Bhagavad Gita 9.11 disebutkan:
Rg Weda 1.164.46 :
"Ekam Sat Vipra Bahudha Vadanti"
Bhagavad Gita 4.11 :
“Ye yatha mam prapadyante tams tathaiva bhajamy aham”
Tuhan dalam aspek Saguna Brahman, bisa dipuja sebagai Rama, Krishna, Siwa, Durga, Yesus, Budha, dll, atau melalui Guru yang dianggap manifestasi-Nya. Wujudnya beda, esensinya Satu.
8. Sikap Tengah Ala Hindu
Perbedaan adalah bagian dari Rwa Bhineda, jangan saling menjelekkan, dan saling membenci. Itu hanya menambah Kali di hati.
Sikap yang penting adalah Aywa mamisoreng, aywa mangurangeng, artinya: jangan merasa paling tinggi, jangan merasa paling rendah.
Bhagavad Gita 9.29:
“Samoham sarvabhuteshu na me dveshyosti na priyah”
Yang terpenting adalah saling menghormati antara yang percaya Avatara dengan yang belum percaya. Dengan umat lain saja bisa saling menghormati, apalagi sesama umat Hindu. bukan ajarannya Tat Tvam Asi?
9. Tujuan Tertinggi: Moksha
Artinya:
"Hendaklah kamu menganggap ibumu sebagai Tuhan. Hendaklah kamu menganggap ayahmu sebagai Tuhan. Hendaklah kamu menganggap gurumu sebagai Tuhan. Hendaklah kamu menganggap tamu sebagai Tuhan."
Pesan inti adalah:
Kalau kita ingin berbakti pada Tuhan, mulai dengan berbakti pada orang yang paling dekat dalam hidup kita, yaitu ibu, ayah, guru, tamu atau sahabat. Tujuan akhir adalah Nirguna Brahman.
Ketika kesadaran akan Tuhan muncul dalam segala kemuliaan-Nya, semua keinginan duniawi dan kesenangan yang fana akan luruh seperti abu. Pada saat itu, sang diri yang individu menyatu menuju Pribadi Universal, yaitu Moksha. Terwujudnya pencerahan dan kedamaian abadi yang tertinggi, bebas dari Samsara.***
Ilustrasi Gambar *)
Karya visual ini mengangkat tema keseimbangan, keadilan, dan transformasi diri.
- Sosok yang bermeditasi di atas bunga yang terpampang di hadapan gerbang candi melambangkan pencarian pencerahan melalui ketenangan batin.
- Timbangan emas yang melayang mewakili prinsip keadilan serta hukum sebab-akibat atau karma.
- Daun dan koin yang berjatuhan menjadi simbol proses lepasnya kemelekatan terhadap hal-hal duniawi, seperti materi dan ego.
- Cahaya yang turun dari gerbang candi menggambarkan terbukanya jalan kebijaksanaan ketika batin berada dalam kondisi seimbang.
- Teratai mengajarkan bahwa kesucian dan pertumbuhan bisa muncul bahkan dari tempat yang paling berlumpur sekalipun.
Semoga kita semua bisa seperti teratai, tumbuh suci meski di lumpur Kali Yuga. Swaha. 🙏
Artikel lainnya :
- OMKARA, SIMBOL SUCI NADA SEMESTA: Sejarah dan Penetapan Omkara Aksara Bali sebagai Simbol Agama Hindu di Indonesia.
- Apakah Awatara itu?
Catatan :
Artikel ini setelah sy share dan sy simpan, sering ada perubahan redaksi, kalimat, kata, secara otomatis shg bisa menimbulkan arti lain. Jika Anda membaca redaksi, kalimat, kata tidak tepat yg janggal, kemungkinan besar perubahan otomatis oleh sistem. Ketika sy buka dan pas sy tahu ada perubahan, langsung sy edit lagi. Demikian permakluman sy.🙏
