Menyadari kehadiran Tuhan di Alam adalah awal dari kehidupan yang bermakna.
Nyiram 45 pohon yang ditanam di sekitar areal Pura Segara, Pengambengan Negara, tiap sore bergiliran.
Kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari dua hal besar: Sang Pencipta dan ciptaan-Nya. Dalam ajaran Dharma, ada tiga entitas utama yang membentuk keharmonisan hidup, dan lima elemen dasar yang menopang seluruh kehidupan di bumi ini.
I. TIGA ENTITAS DI ALAM SEMESTA YANG BERHUBUNGAN DENGAN MANUSIA
1. Tuhan: Sumber Segala Sumber
Tuhan harus disembah oleh manusia. Mengapa?
Karena Tuhan adalah Sumber dari segala sumber, Pencipta, Pemelihara, dan Pelebur alam semesta beserta isinya.
Tanpa Tuhan tidak ada kehidupan, tidak ada cinta, tidak ada hukum alam.
Menyembah Tuhan berarti menyadari bahwa kita berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya.
Penyembahan menumbuhkan rasa syukur, kerendahan hati, dan tuntunan agar hidup kita selaras dengan Dharma.
2. Alam: Kitab Hidup Tuhan
Manusia harus menyadari kehadiran Tuhan di Alam.
Alam bukan sekadar pemandangan atau sumber daya. Alam adalah "kitab" Tuhan yang hidup.
Di gunung, sungai, hutan, matahari, dan angin kita bisa melihat keteraturan, keindahan, dan kemurahan Tuhan.
Ketika kita menyadari Tuhan hadir di Alam, maka kita akan memperlakukan Alam dengan hormat, tidak merusak, dan hidup selaras dengannya.
Menyadari Tuhan di Alam = menyadari bahwa semua ini adalah titipan suci.
3. Manusia: Penjaga dan Penerus Kasih Tuhan
Manusia adalah makhluk yang diberi kesadaran untuk mengenal dan menyembah Tuhan.
Mengapa manusia harus menjaga?
Karena manusia diberi 2 anugerah istimewa: akal budi dan kesadaran.
Dengan itulah manusia bisa memilih, bisa mencintai, dan bisa bertanggung jawab.
Menjaga Alam dan sesama manusia adalah bentuk nyata dari penyembahan kepada Tuhan.
Jika merusak manusia atau menyakiti sesamanya, berarti ia melupakan Sumbernya sendiri. Tugas manusia adalah menjadi penjaga dan penerus kasih Tuhan di bumi, bukan perusak.
Memahami Hubungan Ketiganya :
- Tuhan adalah Pencipta dan sumber segala galanya.
- Alam adalah manifestasi kemuliaan dan keagungan-Nya.
- Manusia adalah penerima anugerah-Nya.
Alam adalah seluruh ciptaan yang menampilkan kemuliaan dan keagungan Tuhan. Dari benih kecil hingga samudra luas, semua mengajarkan tentang kesabaran, keikhlasan, dan hukum sebab-akibat yang diciptakan Tuhan.
"Tuhan hadir di setiap helai daun, di setiap tetes udara, di setiap sinar matahari, dan di setiap makhluk hidup. Mari kita hormati Alam, karena di sanalah Tuhan bersemayam."
Ringkasnya :
Hubungan ketiganya seperti segitiga suci.
Tuhan memberi, Alam memantulkan, Manusia mensyukuri dan menjaga.
Ketika ketiganya selaras, barulah hidup bermakna.
Kenali Tuhan. Cintai Alam. Sempurnakan Hidup.
II. LIMA ELEMEN CIPTAAN TUHANAkasa, Apah, Teja, Bayu, dan Pertiwi. Gunakan dengan Bijak dan Penuh Perhatian.
Tuhan Yang Maha Esa telah menciptakan alam semesta beserta segala isinya atas kehendak-Nya. Di dalam ciptaan-Nya terdapat lima unsur utama yang menjadi dasar kehidupan, yang dikenal sebagai Panca Maha Bhuta.
Bhagawan bersabda:
"Aku beritahukan kepada kalian, lima elemen telah diciptakan atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Masing-masing elemen tersebut hendaknya kalian gunakan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh perhatian."
Sebagai mana yang disabdakan Bhagawan :
"Aku beritahukan kepada kalian, lima elemen telah diciptakan atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Masing-masing elemen tersebut hendaknya kalian gunakan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh perhatian."
Apa saja Lima Elemen Itu?
1. Akasha - Ruang / Eter Akasha adalah ruang yang memberi tempat bagi segala sesuatu untuk berada dan berkembang. Tanpa ruang, tidak ada kehidupan. Ia ibarat wadah suci yang menampung semua ciptaan Tuhan.
2. Apah – Aiir. Airr adalah sumber kehidupan. Ia menyucikan, menyegarkan, dan menyelamatkan seluruh makhluk. Dari setetes embun hingga samudra, semua kehidupan bergantung pada aiir.
3. Teja-Api . Api memberi energi, kehangatan, dan kekuatan untuk mengubah. Dengan api makanan dapat dimasak, logam dapat ditempa, dan kemajuan dapat terjadi. Api juga melambangkan semangat untuk berbuat kebaikan.
4. Vayu - Udara. Udara menghidupkan. Ia menggerakkan, memberi napas, dan menjaga keseimbangan kehidupan. Setiap tarikan napas adalah anugerah yang mengingatkan kita bahwa kita hidup karena kasih Tuhan.
5. Prithvi - Tanah. Tanah memberi bentuk, struktur, dan menopang segala kehidupan di bumi. Dari tanah kita berasal, dan ke tanah kita akan kembali. Tanah menumbuhkan pohon, pangan, dan menjadi pijakan bagi seluruh makhluk.
Penggunaan yang sembarangan terhadap salah satu dari kelima elemen tersebut akan mengakibatkan dampak berbahaya bagi kita semua:
- Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan : Sampah, limbah, dan keserakahan manusia yang merusak alam.
- Kekeringan dan Kelangkaan Sumber Daya : Air bersih semakin sulit, tanah menjadi gersang.
- Pencemaran Udara dan Perubahan Iklim : Asap pabrik dan kendaraan membuat udara kotor dan bumi memanas.
- Bencana Alam Banjir, longsor, dan cuaca ekstrem terjadi karena alam tidak seimbang.
- Gangguan Kesehatan dan Kehidupan : Penyakit muncul karena lingkungan yang rusak.
Karena itu,“Alam yang ada di sekitar kalian harus diperlakukan dengan sangat hati-hati dan penuh dengan rasa kagum".
Gunakan Dengan Bijak,
Agar kehidupan tetap harmonis, mari kita:
- Memahami Hukum Alam - Alam punya aturan. Kalau dilanggar, kita rugi.
- Memanfaatkan Secukupnya - Jangan serakah.
- Jaga Keseimbangan Ekosistem Alam - Rawat, lindungi, dan lestarikan.
Seperti Bhagawan berpesan :
“Gunakanlah elemen kelima ini dengan bijak, penuh perhatian dan rasa syukur. Jagalah keseimbangan alam, agar kehidupan di bumi ini harmonis dan lestari bagi generasi kini dan mendatang.”
Jika kita belum bisa mengubah dunia luar yang sedang kacau, mari mulai menjaga lima elemen di dalam diri dan di sekitar kita. Itulah wujud nyata bakti kita kepada Tuhan.
Penutup:
Semoga tulisan ini mengingatkan kita kembali bahwa menjaga alam bukanlah pilihan, melainkan kewajiban suci. Mari kita mulai dari hal kecil: tidak membuang sampah sembarangan, menghemat udara, menanam, dan menghargai setiap ciptaan.Om Santih Santih Santih Om 🙏
Sumber "Wejangan Bhagawan Sri Sathya Sai Baba".
Artikel lainnya:
Catatan :
Artikel ini setelah sy share dan sy simpan, sering ada perubahan redaksi, kalimat, kata, secara otomatis shg bisa menimbulkan arti lain. Jika Anda membaca redaksi, kalimat, kata tidak tepat yg janggal, kemungkinan besar perubahan otomatis oleh sistem. Ketika sy buka dan pas sy tahu ada perubahan, langsung sy edit lagi. Demikian permakluman sy.🙏