Dewa Ganesha / Dewa Ganapati
Mantra Ganesa
"Vakratunda Mahakaya Surya Koti Samaprabha
Nirvighnam Kuru Mein Dev Sarva-kaaryeshu Sarvada"
1. Arti Ganapati
Nama Ganapati berasal dari dua kata Sansekerta: Gana dan Pati. Dalam kata Gana, Ga berarti Buddhi (intelek), Na berarti Vijnana (pengetahuan atau keahlian yang lebih tinggi). Pati berarti tuan, pemimpin, atau penguasa.
Jadi Ganapathi adalah Penguasa Budi dan Vijnana. Ganapathi bersemayam dalam diri setiap manusia, sehingga manusia tidak perlu mencari-Nya di dunia luar.
2. Makna Lambang Tikus
Tikus terkenal memiliki indra penciuman yang sangat tajam. Oleh karena itu, cara umum untuk memikatnya adalah dengan meletakkan makanan berbau menyengat di dalam perangkap—tikus akan mengikuti arah bau tersebut menuju sumbernya.
Tanpa memahami makna mendalam ini, orang-orang merasa heran bagaimana mungkin makhluk besar seperti Dewa Vinayaka dapat menunggangi makhluk kecil seperti tikus.
3. Perayaan Ganesha Chaturthi
Ganesha Chaturthi juga dikenal sebagai Vinayaka Chaturthi, yaitu perayaan kelahiran dewa gajah Ganesha—Dewa Kemakmuran, Kebijaksanaan, dan Penyingkir rintangan.
Perayaan ini dimulai pada hari keempat ( chaturthi ) bulan Bhadrapada —bulan keenam dalam kalender Hindu (Agustus–September), dan berlangsung hingga 10 hari.
Tuan bagi Dasendriya (lima organ persepsi dan lima organ tindakan) adalah Pikiran. Tuan bagi pikiran adalah Buddhi (intelek) kemampuan membedakan - bedakan. Buddhi (intelek) merupakan putaran Jnana (Kebijaksanaan atau Kesadaran).
Ketiga ini yaitu: Kesepuluh indra ( Dasendriya ), pikiran, dan Buddhi (intelek) bersama-sama membentuk Para Gana
4. Makna Historis Perayaan Ganesha Chaturthi
Iswara (Siwa) memberkahi Ganapati dengan bersabda:
"Aku memiliki banyak sifat namun tidak memiliki kecerdasan-Mu. Oleh karena itu, sebelum manusia memuja-Ku maka mereka harus memuja-Mu terlebih dahulu. Inilah berkah yang Aku berikan kepada-Mu."
Oleh karena itu Ganapathi melambangkan pemancaran dari semua potensi. Beliau adalah sumber dari segala kecerdasan. Dimanapun Ganesha hadir tidak akan ada keburukan yang terjadi.
Maka dari itu memuja Ganesha sebelum melakukan kegiatan apa pun, akan melancarkan penyelesaian tanpa hambatan.
Dewa Vinayaka juga disebut Vighneswara , penghilangan rintangan. Tidak ada hambatan yang dapat menghalangi orang yang berdoa kepada Vinayaka.
Pemujaan kepada Dewa Vinayaka memberikan keberhasilan, baik usaha spiritual maupun duniawi. Tuhan memberikan kebahagiaan pravritti (lahiriah) dan nivritti (batiniah). Pravritti berhubungan dengan tubuh fisik, dan nivritti berhubungan dengan buddhi—kemampuan membedakan yang nyata dan tidak nyata.
5. Persembahan pada Vinayaka Chaturthi
Pada perayaan Vinayaka Chaturthi, para Bharateeya—keturunan Bharata—mempersembahkan makanan yang seluruhnya dimasak dengan cara dikukus kepada Dewa Ganesha. Menurut Ayurveda, makanan kukus sangat baik karena memiliki khasiat penyembuhan.
Makna batinnya adalah, persembahan makanan kepada Ganesha mengandung khasiat bagi kesehatan, sebab makanan yang dikukus lebih mudah dicerna.
Yang seharusnya dipersembahkan kepada Tuhan adalah hal-hal yang akan menyenangkan-Nya, dan yang kita sukai. Inilah yang diperintahkan Parvathi kepada Nandheeshvara. Parwathi berkata kepadanya:
"Persembahkan kepada anak-Ku apa yang akan menyenangkan-Nya dan apa yang paling menyenangkan bagimu."
Vinayaka menandakan kemenangan atas ketidaktahuan dan kemenangan tanpa ego atas keinginan. Suatu ketika ada kontes antara Vinayaka dan adik laki-lakinya, Subrahmanyam, tentang siapa yang akan mengelilingi dunia terlebih dahulu. Vinayaka yang cerdas dan memiliki daya pembeda luar biasa hanya di sekitar Parwathi, Ibunya. Sementara Subrahmayam mengelilingi dunia fisik.
Ketika Ganapathi disebut sebagai “ Parvathi Thanaya”, yang dimaksud adalah “Putra Parvathi”. Parvathi di sini melambangkan Prithvi , atau Ibu Pertiwi. Karena setiap manusia pada dasarnya adalah anak dari Ibu Pertiwi, sebutan Parvathi Thanaya menegaskan bahwa Ganapathi, Sang Penguasa para Gana, juga merupakan putra dari Parvathi—yang tak lain adalah inti Shakti , Energi Ilahi itu sendiri.
6. Vinayaka sebagai Pemimpin Sejati
Kata “ Viyate Nayake Iti Vinayaka ” secara harfiah berarti “Dia yang memimpin dirinya sendiri, maka disebut Vinayaka”. Viyate artinya memimpin, Nayaka artinya pemimpin, dan Iti artinya demikian. Maknanya, Vinayaka adalah pemimpin sejati yang tidak memerlukan guru dari luar karena keahlian tertinggi sudah bersemayam di dalam diri-Nya.
Vinayaka tidak menyembah siapa pun karena Beliau melambangkan prinsip Atman yang merdeka. Guru-Nya adalah kebenaran itu sendiri.
7. Falsafah “Siwa Memuja Ganesa”
Dalam banyak kisah Purana digambarkan bahkan Dewa Siwa sebagai Ishvara, sang ayah, memohon restu Vinayaka sebelum memulai karya besar.
Contohnya saat Samudra Manthan, para dewa meminta izin kepada Ganesha terlebih dahulu. Hal ini bukan berarti ada hierarki yang lebih tinggi atau lebih rendah. Intinya bersifat filosofis: Budhi ditambah Viveka itulah Vinayaka. Kebijaksanaan dan kemampuan membedakan benar dan salah harus didahulukan sebelum kekuatan dan tindakan. Karena itu Siwa sebagai lambang kekuatan penghancur pun "memuja" kebijaksanaan putra terlebih dahulu.
Jika dilihat dari sudut bhakti, semua Dewa saling menghormati tanpa ego. Siwa melambangkan kekuatan, kemauan, dan vairagya. Beliau adalah energi murni dan penolak ilusi, tetapi kekuatan tanpa arah bisa menjadi pembohong. Sementara Ganesa melambangkan budhi, viveka, dan kebijaksanaan. Beliau adalah kemampuan membedakan benar dan salah, mengingat, serta kecerdasan. Beliau disebut Sang Penghapus Rintangan.
Dengan demikian, “Siwa memuja Ganesa” berarti kekuatan harus tunduk pada kebijaksanaan terlebih dahulu. Kehendak harus meminta izin budhi sebelum bertindak. Jika tidak, maka akan terjadi “kekuatan tanpa kepala”, seperti dalam kisah Siwa yang tanpa sengaja memenggal kepala Ganesa.
Penutup: Jangan Menyia-buang Waktu
Ibarat awan di langit yang disatukan atau disebarkan oleh angin, perjalanan waktu membawa manusia ke pertemuan atau perpisahan dengan orang lain, demikian juga dengan kebahagiaan atau kesedihan. Waktu adalah perubahan Tuhan. Waktu tidak boleh disia-siakan. Untuk memahami kebenaran suci seperti itulah perayaan seperti Ganesha Chaturthi dirayakan. Sukma. 🙏
Baca juga : Mengapa Dewa Siwa Tertinggi
Artikel ini setelah sy share dan sy simpan, sering ada perubahan redaksi, kalimat, kata, secara otomatis shg bisa menimbulkan beda arti. Jika Anda membaca redaksi, kalimat yg janggal, dan kata tidak tepat, kemungkinan besar perubahan otomatis oleh sistem. Ketika sy buka dan pas sy tahu ada perubahan, langsung sy edit lagi. Demikian permakluman sy.🙏


