Senin, 11 Mei 2026

ALENGKA DAN PUSHPAKA VIMANA

Bahaya Ego Walau Sudah Punya 
"Kendaraan Canggih"


Gambar Ilustrasi:
Kendaraan Pushpaka Vimana,
pesawat super canggih zaman kuno
milik Kuwera - Alengka
Sumber foto: Sahabat Al.


1. Alengka : Kota Emas yang Direbut

Alengka awalnya bukan milik Rahwana. Kota emas itu dibangun Wiswakarma atas perintah Brahma, dihadiahkan kepada Kuwera - saudara tiri Rahwana. Kuwera jadi raja Yaksha, “Dewa Kekayaan”, tinggal di istana megah dengan kendaraan istana terbang: Pushpaka Vimana .

Dengan kesaktiannya, Rahwana menyerang Kuwera, saudaranya seayah, dan berhasil merebut Alengka dan Pushpaka Vimana. Kuwera kalah kemudian membangun kerajaannya sendiri, Alakapuri  di Gunung Kailash, dan menjadi bendahara para dewa.

Suatu hari Rahwana menculik Dewi Sinta, karena itu Rahwana bermusuhan dengan Sri Rama. Setelah Rahwana gugur oleh panah Brahmastra Sri Rama, Rama tidak menjajah Alengka. Ia menobatkan Wibisana  – adik Rahwana yang berpihak pada dharma sebagai Raja Alengka menggantikan Rahwana. Kendaraan Pushpaka Vimana dikembalikan ke Kubera.

Rama pulang ke Ayodhya bersama Sita, Laksmana, dan Hanuman menggunakan Pushpaka Vimana. Wibisana memerintah Alengka dengan adil dalam waktu yang sangat lama.

Pelajaran : Harta dan tahta yang direbut dengan paksa, tidak memberi ketenangan. Kuwera yang terusir malah dekat dengan Siwa .


2 . Pushpaka Vimana : Istana Terbang Kendali Pikiran

Pushpaka Vimana adalah kendaraan/Istana Terbang. Istilah " Vimana " secara harfiah berarti " Istana Terbang " dalam bahasa Sanskerta. Karena kecanggihannya, banyak yang menyebut Pushpaka Vimana sebagai “ pesawat terbang pertama ” dalam sastra kuno.

Vimana pertama kali disebutkan dalam Rigveda dan teks-teks Weda lainnya. Di sini, Vimana digambarkan sebagai kendaraan para dewa, seperti Indra, yang mampu melintasi langit dan bumi.

Dalam Mahabharata, Vimana digunakan dalam berbagai perang besar. Salah satu deskripsi paling menarik adalah pertempuran antara Arjuna dan para dewa, di mana senjata canggih seperti panah berbasis energi dijelaskan digunakan dalam perang.

Sementara dalam Ramayana, Raja Rahwana disebut memiliki Pushpaka Vimana, setelah mengalahkan Kubera. Pushpaka Vimana digambarkan sebagai kendaraan besar yang dapat mengangkut banyak orang dan terbang ke mana saja sesuai keinginan pemiliknya.

Dalam mitologi Hindu, kendaraan ini digambarkan memiliki berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari yang sederhana hingga yang sangat kompleks, menyerupai pesawat luar angkasa modern. Pushpaka Vimana dijelaskan sbb :

  1. Istana terbang/kereta udara – bentuknya seperti istana atau kereta kencana megah yang bisa terbang.
  2. Terbuat dari emas – bertatahkan emas, permata, tiang-tiangnya indah, punya tangga, jendela berukir.
  3. Bisa mengendalikan pikiran – kecepatannya sesuai keinginan pemiliknya. Bisa diperbesar untuk mengangkut pasukan, bisa mengecil.
  4. Bergerak sendiri – tidak ditarik kuda atau makhluk. Mirip “pesawat” zaman kuno dalam mitologi Hindu.
  5. Ada taman dan ruangan – bukan sekadar kendaraan, tapi istana lengkap yang bisa terbang di angkasa.


3. Teknologi Vimana, Antara Mitologi dan Ilmu Pengetahuan

Banyak peneliti modern percaya bahwa deskripsi Vimana mungkin merupakan representasi teknologi maju yang dimiliki oleh peradaban kuno. Berikut adalah beberapa aspek menarik terkait teknologi Vimana:

1).  Tafsir Modern. 
Teks kuno seperti Samarangana Sutradhara menjelaskan mesin berbasis merkuri yang digunakan untuk menggerakkan Vimana. Merkuri dipanaskan hingga menghasilkan energi besar yang memungkinkan kendaraan terbang. Teori ini menarik perhatian para ilmuwan modern yang berusaha mencari bukti ilmiah untuk mekanisme ini. Dalam beberapa deskripsi, Vimana memiliki kemampuan untuk "melintasi dimensi," artinya dapat berpindah antara dunia fisik dan dunia spiritual. Ini sering dikaitkan dengan konsep wormhole atau portal dalam fisika modern.

2). Bahan Bangunan.
Vimana digambarkan dibuat dari material yang ringan namun sangat kuat, seperti logam yang tidak dikenal oleh peradaban saat ini. Material ini memungkinkan Vimana bertahan dalam tekanan tinggi di atmosfer dan ruang angkasa.


4. Jatuhnya Sang Raja Terbang (Rahwana)

Rahwana adalah raja Alengka yang sakti, pemuja setia Siwa. Dia mempunyai 10 kepala, 20 tangan. Pushpaka Vimana adalah kendaraan yang biasa dipakai Rahwana selama memerintah kerajaan Alengka. Suatu hari Rahwana naik kendaraan Pushpaka Vimana terbang keliling dunia. Saat lewat di atas Kailash, Pushpaka Vimana jatuh tidak bisa terbang.

Rahwana marah. Dia bertanya kepada Nandi, sapi penjaga Siwa, " Kenapa aku tidak boleh lewat?" 

Nandi jawab santai:
"Ini rumah tuanku. Tidak ada yang boleh terbang di atas kepala Mahadewa. Kalau mau lewat, muter."
Rahwana siku. Egonya muncul,
"Siapa Siwa? Gunung saja disembah. Akan kuangkat gunung ini dan kubawa ke Alengka supaya tuanku tinggal di istanaku."!

Rahwana turun, masang 20 tangan ke dasar Kailash. Dengan kesaktian, dia menggoyang gunung itu. Kailash berguncang. Dewi Parwati ketakutan dan berpegangan pada Siwa.
Siwa yang sedang semadi hanya membuka mata sedikit. Lalu Siwa menekan jempol kakinya ke tanah.

Bruk ... (suara jempol kaki Siwa menekan tanah)

Seluruh Kailash menekan balik. Tangan Rahwana terjepit di bawah gunung. Dia berteriak kesakitan, " Aaaarrgghh !"
Teriakannya menggema sampai ke tiga dunia. Makanya dia dijuluki Rahwana , dari kata Rava yang artinya berdoa.

Setelah 1.000 tahun tangan Rahwana terjepit Kailash akhirnya dia sadar dan mulai menyanyikan pujian untuk Siwa. Nyanyian itu kini dikenal sebagai Shiva Tandava Stotram. (Siwa..Siwa..Sambo Tandawa Priya Kara).

Siwa luluh, lalu angkat jempol kaki Nya. Rahwana menjadi bebas. Siwa kemudian memberikan pedang sakti - Chandrahas sebagai hadiah, tapi juga kutukan : " Karena kesombonganmu, kamu akan mati di tangan manusia jelmaanKu", kata Siwa. 

Kutukan Siwa terbukti, ketika Rahwana menculik Sinta, Dia gugur di tangan Rama. Rama tidak menguasai Alengka, melainkan sebelum Rama pulang ke Ayodhya, Ia menobatkan Wibisana - adik Rahwana yang saleh menjadi raja Alengka. 

Rama sempat memakai Pushpaka Vimana untuk pulang ke Ayodya bersama Sinta, Laksmana, Hanuman. Setelah itu Pushpaka Vimana dikembalikan ke Kuwera.


5. Pelajaran dari Alengka dan Pushpaka Vimana:

1. Teknologi Tanpa Kerendahan Hati
Rahwana punya segalanya: Kota emas, istana terbang, kesaktian, bahkan jadi penyembah Siwa. Tapi satu yang tak punya: kerendahan hati.

Pushpaka Vimana bisa terbang keliling dunia, tapi jatuh di Kailash. 
Alengka megah, tapi penghuninya nyaman. 
Rahwana sakti, tapi mati karena egonya sendiri.

2.  Kontras dengan Kailash
Siwa tak punya Pushpaka Vimana . Tak punya istana emas. Hanya duduk diam di gunung Kailash. Tapi persetujuan dunia pada-Nya. Kuwera yang kehilangan Alengka, justru damai jadi bendahara Siwa di Kailash.

Bhagawan Sri Sathya Sai Baba bersabda :
Orang bisa punya pesawat, tapi kalau pikirannya tidak tenang, ia tetap miskin. Orang bisa tinggal di gubuk, tapi kalau hatinya penuh kasih, ia raja”. 

Jadi bukan Pushpaka Vimana yang membuat kita sampai. Bukan Alengka yang membuat kita mulia. Yang menyebarkan kita ke damai adalah : menyampaikan, bukan berbohong.***



Gambar Ilustrasi: 
Kendaraan Pushpaka Vimana
pesawat super canggih zaman kuno
milik Kuwera - Alengka
Sumber foto: Sahabat Al.



Catatan Sumber:

  1. ‌Ramayana, Uttara Kanda Sarga 11-16 - kisah Rawana mengangkat Kailash. 
  2. Wejangan Bhagawan Sri Sathya Sai Baba
  3. Diringkas dengan pendekatan semut : 20 April 2026.


Catatan :
Artikel ini setelah sy share dan sy simpan, sering ada perubahan redaksi, kalimat, kata, secara otomatis shg bisa menimbulkan beda arti. Jika Anda membaca redaksi, kalimat, kata tidak tepat yg janggal, kemungkinan besar perubahan otomatis oleh sistem. Ketika sy buka dan pas sy tahu ada perubahan, langsung sy edit lagi. Demikian permakluman sy.🙏


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ALENGKA DAN PUSHPAKA VIMANA

Bahaya Ego Walau Sudah Punya  "Kendaraan Canggih" Gambar Ilustrasi: Kendaraan Pushpaka Vimana, pesawat super canggih zaman kuno mi...