__" Bayangkan 1 hari Brahma saja = 4,32 Miliar tahun kita. Kita hidup 70-100 tahun. Tulisan ini untuk mengingatkan, agar kita tidak terlena. "__
1. Pengertian Pralaya
Pralaya berarti peleburan/penghancuran atau pepralinan alam semesta beserta isinya. Dalam kosmologi Hindu, pralaya sangat bergantung pada zaman dunia. Pada saat dunia mencapai usia tertentu maka Pralaya akan terjadi.
Dewa Brahma adalah Dewa Pencipta, bagian dari Tri Murti - Saguna - berwujud, mempunyai umur panjang, lahir dan mati. Dewa Brahma punya hari.
Sedangkan Brahman adalah Tuhan Yang Maha Esa, Sang Hyang Widhi Wasa, Nirguna – tidak berwujud. Beliau Kalatita yaitu melampaui waktu. Tidak tidur, tidak bangun, tidak ada siang-malam, tanpa sifat, kekal, tidak lahir/tidak mati. Brahman Tidak Punya Hari. Berbeda dengan Brahma, punya hari.
2. Jenis Pralaya
Dalam Purana disebutkan ada 5 jenis Pralaya yaitu :
- Pratisandhi Pralaya atau Manwantara Sandhi adalah pralaya yang terjadi setiap akhir Manwantara, yaitu akhir 1 periode Manu.
- Naimitika Pralaya adalah Pralaya yang terjadi di akhir setiap 1000 Mahayuga, yaitu 1 hari Brahma.
- Prakritika Pralaya adalah Pralaya total atau batas semesta yang terjadi pada saat usia Brahma mencapai 100 tahun Brahma.
- Atyantika Pralaya , terjadi secara individu melalui transmisi spiritual. Ini adalah Moksa, yaitu ketika jiwa seorang mencapai penyatuan sempurna dengan Brahman.
- Nitya Pralaya adalah proses kematian dan kelahiran yang terjadi setiap detik dalam kehidupan, seperti matinya sel-sel tubuh yang kemudian digantikan sel baru. Jadi, pralaya ini terjadi bahkan di dalam diri kita sendiri.
Berikut ini hanya dibahas tentang Pratisandhi Pralaya, Naimittika Pralaya dan Prakritika Pralaya / Mahapralaya karena meliputi peleburan alam semesta yang dahsyat.
1). Pratisandhi Pralaya / Manwantara Sandhi
Pratisandhi Pralaya / Pralaya Kecil terjadi setiap pergantian manu / 1 Manwantara, yaitu setiap 71 Mahayuga = 306,72 juta tahun manusia.
Lamanya Pratisandhi Pralaya = 1 Satya Yuga = 4.800 tahun dewa = 1.728.000 tahun manusia.
Ini disebut "reset ringan". Setelah itu Manu baru, Sapta Rsi baru turun untuk memulai Manwantara berikutnya.
Yang lebur : Tiga loka : Bhuloka/bumi, Bhuvarloka, Svarloka /surga. Semua manusia, hewan, tumbuhan, gunung, lautan, peradaban musnah.
Manu, Sapta Rshi, Indra, dan para dewa yang menjabat di Manwantara itu "pensiun"/turun jabatannya. Makhluk yang belum moksa di 3 lokasi bawah ditarik istirahat ke Maharloka selama 1 Satya Yuga = 4.800 tahun dewa = 1.728.000 tahun manusia, hanya raganya lebur.
Yang tidak lebur : Mahardika, Janarloka , Tapoloka , dan Satyaloka / Brahmaloka beserta para resi dan makhluk yang telah moksatva.
Juga bibit alam semesta, hukum Karma, unsur dasar Prakriti, dan inti ajaran Weda yang diselamatkan oleh Dewa Brahma untuk digunakan kembali saat Manwantara baru dimulai. Jadi ini "reset ringan", akhiri kecil.
2). Naimittika Pralaya
Naimitika Pralaya / Pralaya parsial disebut juga “kiamat kecil”, terjadi pada setiap satu hari Brahma, tetapi alam semesta dalam bentuk benih masih tetap ada.
Yang lebur : 3 loka : Bhuloka/bumi, Bhuvarloka, Swarloka. Semua manusia, hewan, asura, dewa tingkat rendah lebur.
Yang tidak lebur : Mahar-loka, Jana-loka, Tapo-loka, Satya-loka. Brahma, Wisnu, Siwa, para Rsi, Dewa Tingkat Tinggi. Mereka hanya “istirahat”.
Setelah 1.000 Mahayuga = 1.000 x 4.320.000 tahun manusia, = 4,32 Miliar tahun manusia disebut 1 Kalpa = 1 hari Brahma. Saat inilah terjadi Naimittika Pralaya = tidurnya Brahma.
Konsep ini dijelaskan dalam Bhagawad Gita Bab 8 Sloka 17-19:
“sahasra-yuga-paryantam ahar yad Brahma viduḥ , rātriṃ yuga-sahasrāntāṃ te ' ho-rātra-vido janāḥ”. (BG 8.17).
"avyaktād vyaktayaḥ sarvāḥ prabhavanty ahar-āgame, rātry-āgame pralīyante tatraivāvyakta-saṃjñake." (BG.8.18).
"bhūta-grāmaḥ sa evāyaṃ bhūtvā bhūtvā pralīyate, rātry-āgame ' vaśaḥ pārtha prabhavaty ahar-āgame." (BG.8.19).
3) . Prakritika Pralaya / Mahapralaya
Prakritika Pralaya atau Mahapralaya - berhenti total. Pada tahap ini, seluruh alam semesta beserta unsur-unsur materiprakriti melebur kembali ke Nirguna Brahman. Tidak ada bentuk yang tersisa selain Brahman.
Semua Lebur : Brahma, Wisnu, Siwa - Saguna; 14 loka, para dewa, semua manusia, hewan dll hancur total.
Prakritika Pralaya atau Mahapralaya akan terjadi ketika usia Brahma 100 tahun Brahma.
1 hari Brahma = 4,32 Miliar tahun manusia.
1 tahun Brahma = 360 × 4,32 Miliar tahun manusia = 1,5552 Triliun tahun manusia.
100 tahun Brahma = 100 × 1,5552 Triliun tahun manusia = 155,52 Triliun tahun manusia .
Saat inilah akan terjadi Prakritika Pralaya atau Mahapralaya.
Prakritika Pralaya inilah yang mungkin identik dengan konsep pendukung menurut kepercayaan yang lain?
3. Posisi Kita Saat Ini
Usia Brahma sekarang sudah jalan 50 tahun + 1 hari. 50 tahun Brahma yang lalu = paruh pertama umur Brahma.
Saat ini kita berada di Kalpa ke-51 (hari ke 51 Brahma) bernama:Śveta Varāha Kalpa.
Manwantara yang berjalan: Vaivasvata Manwantara, Manwantara ke-7.
Mahayuga yang berjalan: Mahayuga ke-27 sudah lewat, Mahayuga ke 28 kurang. Tahun Saka 1948, tahun Kali Yuga 5128.
Rincian :
Jadi umur dunia sekarang (saat ini) baru = (71+72+71+72+71+72+27) Mahayuga + (4.800+3.600+2.400) tahun dewa + 5.128 tahun manusia = 456 Mahayuga + 10.800 tahun para dewa + 5128 tahun manusia = 1.973.816.128 tahun.
Berarti untuk mencapai 1 hari Brahma = 1 Kalpa = Naimittika Pralaya / Pralaya kecil masih memerlukan waktu lagi 2,3 Miliar tahun manusia.
Ketika semesta mencapai 100 tahun Brahma (Usia Brahma 100 tahun Brahma) = 155,52 Triliun tahun manusia, maka akan terjadi Pralaya besar/ Mahapralaya/ Prakritika Pralaya. Dari posisi kita sekarang, masih memerlukan waktu sekitar 77,76 Triliun tahun manusia lagi.
Melihat angka sebesar itu, kita tidak ada apa-apanya, bagaikan debu. Pantaslah umur kita hanya "kedipan mata" Brahma.
Menurut kitab suci : Telah terjadi berkali-kali dalam siklus waktu kosmik. Alam semesta telah mengalami banyak siklus Kalpa dan Prakritika Pralaya yang terjadi sebelumnya.
4. Bagaimanakah Kita Dalam Jelmaan Berikut?
Diantara Catur Yuga, Kali Yuga paling singkat, berlangsung selama sekitar 432.000 tahun manusia. Zaman kali baru berjalan sekitar 5.121 tahun manusia. Berarti, Kali Yuga masih sekitar 426.879 tahun lagi. Dalam kurun waktu yang sangat panjang itu, kita berpeluang menjelma lebih dari 4.000 kali.
2). Guna adalah “warna batin” yang paling dominan pada saat kematian, apakah Sattwam, Rajas atau Tamas.
Singkatnya: Guna menentukan “tingkatan makhluk” - apakah lahir sebagai dewa, manusia, atau hewan.
3). Vasana adalah bekas kebiasaan, hobi, bakat, dan keinginan kuat yang masih tersimpan dalam pikiran bawah sadar.
Singkatnya: Vasana menentukan “bakat dan kecenderungan” yang kita bawa sejak lahir.
Ke 3 faktor ini bekerja secara bersamaan :
- Karma = Menentukan kondisi hidup: kaya/miskin, sehat/sakit, umur panjang/pendek.
- Guna = Menentukan wujud kelahiran: dewa/manusia/hewan.
- Vasana = Menentukan sifat, bakat, dan minat sejak lahir.
Demikian secara garis besar tentang pralaya dalam Agama Hindu. Teratai tetap putih di atas air yg keruh. Begitu juga pikiran yg bersahabat dengan Sat, tetap jernih, meski dunia bising. Satyam vada, Dharmam chara. Semoga bermanfaat dalam menebar vidyā untuk merawat dharma. Apabila ada yang tidak tepat, mohon maaf. 🙏
- Dirangkum dari kutipan wejangan Bhagawan Sri Sathya Sai Baba dalam berbagai kitab Dharma.
- Petikan satsang dengan Sahabat tentang Pralaya, dan sumber: Weda serta Purāṇa.
Artikel lainnya:
- Hati Yang Murni, Hidup Yang Sederhana : Ajaran yang penting Jaman Kali
- DUNIA SEMAKIN SESAK - "Tentang Jiwa, Karma, dan Migrasi Lahiran"





Tidak ada komentar:
Posting Komentar